,

Amerika Serikat Jadi Negara Berikutnya yang Terserang Rasomware


Serangan siber kembali terjadi, kali ini menimpa raksasa bisnis obat asal Amerika Serikat. Perusahaan itu menjadi perusahaan pertama AS yang menjadi korban serangan siber global, setelah sebelumnya menyerang Rusia dan Ukraina.

Dilansir dari AFP, serangan tersebut pertama kali muncul di Rusia dan Ukraina dan menyebar ke seluruh penjuru Eropa dan menyeberangi Atlantik.

“Kami mengonfirmasikan bahwa jaringan komputer perusahaan kami diretas hari ini sebagai bagian dari serangan siber global. Berbagai organisasi lain juga terkena dampak,” menurut pernyataan Merck di Twitter, Selasa (27/6/2017) malam.

“Kami masih menyelidiki masalah ini dan akan memberikan informasi lebih jauh setelah kami menemukan informasi baru,” tambah Merck.

Sebelumnya sebuah ransomware telah menyerang komputer di seluruh dunia pada hari Selasa (27/6/2017). Virus ini menginfeksi server di perusahaan minyak terbesar Rusia, mengganggu sistem operasi bank di Ukraina, dan mematikan komputer di perusahaan perkapalan serta periklanan multinasional.

Pakar keamanan siber mengatakan, di balik serangan tersebut tampaknya telah mengeksploitasi jenis alat hacking yang sama yang digunakan dalam serangan Ransomware WannaCry yang menginfeksi ratusan ribu komputer pada bulan Mei lalu sebelum seorang peneliti Inggris membuat sebuah kill-switch.

BACA  Google Bertekat Memerangi Phising

“Ini seperti WannaCry lagi,” kata Mikko Hypponen, Chief Research Officer pada firma keamanan siber berbasis di Helsinki F-Secure, seperti dikutip Antara dari Reuters.

Mikko juga telah memperkirakan wabah tersebut akan menyebar di Amerika saat para pekerja menghidupkan mesin yang rentan, yang memungkinkan virus tersebut menyerang. “Ini bisa menimpa AS. Saya sangat khawatir,” katanya.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *